FILE SISTEM
Pengertian
File Sistem / Sistem Berkas merupakan
metoda penyimpanan file pada komputer atau media penyimpanan komputer dalam
mengatur lokasi file tersebut. Ada juga yang menyebut bahwa File Sistem adalah
struktur logika yang digunakan untuk mengendalikan akses terhadap data yang ada
pada disk. File Sistem memiliki dua bagian:
-
Kumpulan file yang masing-masingnya menyimpan
data-data yang berhubungan.
-
Struktur direktori yang mengorganisasi dan
menyediakan informasi mengenai seluruh file dalam sistem.
Fungsi File Sistem salah satunya untuk
memberi nama pada berkas dan meletakkannya pada media penyimpanan. Fungsi
lainnya adalah sebagai konvensi penamaan berkas dan peletakkan berkas pada
struktur direktori. Semua sistem operasi memiliki File Sistemnya sendiri untuk
meletakkan file dalam sebuah struktur hirarki.
Tujuan
File sistem merupakan struktur logika yang digunakan untuk mengendalikan akses
terhadap data yang ada pada disk. File sistem berfungsi untuk menyediakan
mekanisme untuk penyimpanan data dan program yang dimiliki oleh sistem operasi
serta seluruh pengguna dari sistem komputer.
Macam
A. Linux
Ext 2
(2nd Extended)
Ext 2 merupakan tipe file sistem yang
paling tua yang masih ada. File sistem ini pertama kali dikenalkan pada tahun
1993. Ext 2 adalah file sistem yang paling ampuh di linux dan menjadi dasar
dari segala distribusi linux. Pada Ext 2 file sistem, file data disimpan
sebagai data blok. Data blok ini mempunyai panjang yang sama dan meskipun
panjangnya bervariasi di antara Ext 2 file sistem, besar blok tersebut
ditentukan pada saat file sistem dibuat dengan mk2fs. Jika besar blok adalah
1024 bytes, maka file dengan besar 1025 bytes akan memakai 2 blok. Ext 2 File Sistem
menyimpan data secara hirarki standar yang banyak digunakan oleh sistem
operasi. Data tersimpan di dalam file, file tersimpan di dalam direktori.
Sebuah direktori bisa mencakup file dan direktori lagi di dalamnya yang disebut
sub direktori.
Kelebihan Ext2FS:
-
Administrator sistem dapat memilih ukuran blok
yang optimal (dari 1024 sampai 4096 bytes), tergantung dari panjang file
rata-rata, saat membuat file sistem.
-
Administrator dapat memilih banyak inode dalam
setiap partisi saat membuat file sistem.
-
Strategi update yang aman dapat meminimalisasi
dari sistem crash.
-
Mendukung pengecekan kekonsistensian otomatis
saat booting.
-
Mendukung file immutable (file yang tidak dapat
dimodifikasi) dan append-only (file yang isinya hanya dapat ditambahkan pada
akhir file tersebut).
Kekurangan Ext2FS:
-
Ketika shut down secara mendadak membutuhkan
waktu yang tidak sebentar untuk recover.
-
Untuk melakukan clean up file sistem, biasanya
Ext 2 secara otomatis akan menjalankan utility e2fsck pada saat booting
selanjutnya.
Ext
3 (3rd Extended)
Ext 3 merupakan peningkatan dari Ext 2 File
Sistem. Beberapa peningkatan yang ada antara lain:
-
Journaling
Dengan menggunakan journaling, maka waktu recovery pada shut down yang mendadak tidak akan selama pada Ext 2.
Dengan menggunakan journaling, maka waktu recovery pada shut down yang mendadak tidak akan selama pada Ext 2.
-
Integritas Data
Ext 3 menjamin adanya integritas data setelah terjadi kerusakan atau unclean shut down. Ext 3 memungkinkan kita memilih jenis dan tipe proteksi dari data.
Ext 3 menjamin adanya integritas data setelah terjadi kerusakan atau unclean shut down. Ext 3 memungkinkan kita memilih jenis dan tipe proteksi dari data.
-
Kecepatan
Daripada menulis data lebih dari sekali, Ext 3 mempunyai throughput yang lebih besar daripada Ext 2 karena Ext 3 memaksimalkan pergerakan head harddisk. Kita bisa memilih tiga jurnal mode untuk memaksimalkan kecepatan, tetapi integritas data tidak terjamin.
Daripada menulis data lebih dari sekali, Ext 3 mempunyai throughput yang lebih besar daripada Ext 2 karena Ext 3 memaksimalkan pergerakan head harddisk. Kita bisa memilih tiga jurnal mode untuk memaksimalkan kecepatan, tetapi integritas data tidak terjamin.
-
Mudah Dilakukan Migrasi
Kita dapat melakukan migrasi atau konversi dari Ext 2 ke Ext 3 tanpa harus melakukan format ulang pada harddisk.
Kita dapat melakukan migrasi atau konversi dari Ext 2 ke Ext 3 tanpa harus melakukan format ulang pada harddisk.
Di samping keunggulan di atas, Ext 3 juga
memiliki kekurangan. Dengan adanya fitur journaling, maka membutuhkan memori
yang lebih dan memperlambat operasi I/O.
Ext
4 (4th Extended)
Ext 4 dirilis secara komplit dan stabil
berawal dari kernel 2.6.28. Jadi, apabila distro yang secara default memiliki
kernel tersebut atau di atasnya secara otomatis sistem sudah support Ext 4.
Apabila masih menggunakan Ext 3, dapat dilakukan konversi ke ext 4 dengan
beberapa langkah yang tidak terlalu rumit.
Keuntungan menggunakan Ext 4 ini adalah
mempunyai pengalamatan 48-bit blok yang artinya dia akan mempunyai 1 EiB =
1.048.576 TB ukuran maksimum file sistem dengan ukuran 16 TB untuk maksimum
file sizenya, fast fsck, journal checksumming, defragmentation support.
B. Windows
FAT (File Allocation Table)
FAT File Sistem merupakan sebuah File Sistem
yang menggunakan struktur tabel alokasi berkas sebagai cara dirinya beroperasi.
Ada beberapa versi FAT yang ada hingga saat ini, di antaranya:
- FAT12 -
FAT12 merupakan sistem berkas yang
menggunakan unit alokasi yang memiliki batas hingga 12-bit. File Sistem ini
hanya dapat menampung maksimum hanya 212 unit alokasi saja atau sebanyak 4096
buah. FAT12 pertama kali digunakan pada Sistem Operasi MS-DOS. Karena
kapasitasnya sedikit yakni hanya 32 MB, maka FAT12 hanya digunakan sebagai file
sistem pada media penyimpanan floppy disk.
- FAT16 -
FAT16 dikenalkan oleh MS-DOS pada tahun
1981. Awalnya, Sistem ini di design untuk mengatur file di floopy drive dan
mengalami beberapa kali perubahan sehingga digunakan untuk mengatur file di
harddisk. FAT16 adalah sistem berkas yang menggunakan unit alokasi yang
memiliki batas hingga 16-bit, sehingga dapat menyimpan hingga 216 unit alokasi
(65536 buah). Sistem berkas ini memiliki batas kapasitas hingga ukuran 4
Gigabyte saja. Ukuran unit alokasi yang digunakan oleh FAT16 bergantung pada
kapasitas partisi yang akan hendak diformat.
Kelebihan :
-
FAT16 adalah sebuah file system yang kompatibel
hampir di semua Operating System baik itu Windows 95/98/me, OS/2 , Linux dan
bahkan Unix.
Kekurangan :
-
FAT16 mempunyai kapasitas tetap jumlah cluster
dalam partisi, jadi semakin besar Harddisk maka ukuran cluster akan semakin
besar, artinya file sekecil apapun tetap akan memakan 32Kb dari harddisk. Hal
jelek lain adalah FAT16 tidak mendukung kompresi, enkripsi dan kontrol akses
dalam partisi. FAT16 adalah sistem berkas yang menggunakan unit alokasi yang
memiliki batas hingga 16-bit, sehingga dapat menyimpan hingga 216 unit alokasi
(65536 buah). Sistem berkas ini memiliki batas kapasitas hingga ukuran 4
Gigabyte saja disamping itu ukuran unit alokasi yang digunakan oleh FAT16
bergantung pada kapasitas partisi yang hendak diformat misalnya jika ukuran
partisi kurang dari 16 Megabyte, maka Windows akan menggunakan sistem berkas
FAT12, dan jika ukuran partisi lebih besar dari 16 Megabyte, maka Windows akan
menggunakan sistem berkas FAT16.
- FAT32 -
FAT32 mulai di kenal pada tahun 1976 dan
digunakan pada sistem operasi Windows 95 SP2, dan merupakan pengembangan
lanjutan dari FAT16. Karena menggunakan tabel alokasi berkas yang besar
(32-bit), FAT32 secara teoritis mampu mengalamati hingga 232 unit alokasi
(4294967296 buah). Meskipun demikian, dalam implementasinya, jumlah unit
alokasi yang dapat dialamati oleh FAT32 adalah 228 (268435456 buah).
Kelebihan :
-
FAT32 menawarkan kemampuan menampung jumlat
cluster yang lebih besar dalam partisi. Selain itu juga mengembangkan kemampuan
harddisk menjadi lebih baik dibanding FAT16.
Kelemahan :
-
Namun FAT32 memiliki kelemahan yang tidak di
miliki FAT16 yaitu terbatasnya sistem operasi yang bisa mengenal FAT32. Tidak
seperti FAT16 yang bisa dikenal oleh hampir semua Operating System, namun itu
bukan masalah apabila anda menjalankan FAT32 di Windows Xp karena Windows Xp
tidak peduli file sistem apa yang di gunakan pada partisi. File system FAT32
juga tidak mampu menampung single file berukuran 4gb atau lebih. Tidak hanya
itu, beberapa orang berpendapat bahwa filesistem FAT32 ini lebih mudah
terfragmentasi dibanding NTFS, jika fragmentasi meningkat, tentu performa akan
turun.
- exFAT -
exFAT singkatan dari Extended File
Allocation Table atau sering disebut sebagai FAT64. exFAT merupakan sistem
berkas proprietary yang cocok untuk digunakan oleh media-media penyimpanan
berbasis memori flash. File Sistem ini pertama kali dibuat oleh Microsoft untuk
perangkat-perangkat benam di dalam Windows Embedded CE 6.0 dan Windows Vista
Service Pack 1.
Beberapa keunggulan exFAT antara lain:
-
Skalabilitas untuk HDD berukuran besar.
-
Ukuran besar teoritis maksimal 264 (16 EiB).
-
Ukuran cluster yang didukung hingga 2255 sektor,
dengan batasan implementasi hingga 32 MB.
-
Performa untuk alokasi ruangan kosong dan
penghapusan ditingkatkan karena File Sistem ini memperkenalkan implementasi
baru, yaitu Free Space Bitmap.
-
Mendukung lebih dari 216 (65536) berkas di dalam
sebuah direktori tunggal.
-
Mendukung fitur Access Control List (ACL),
seperti halnya NTFS.
-
Mendukung Transaction-Safe FAT File Sistem
(sebuah fungsi optional untuk Windows CE yang diaktifkan)
-
Memiliki ruangan tersendiri yang bisa digunakan
oleh OEM untuk melakukan kustomisasi terhadap sistem berkas untuk karakteristik
perangkat tertentu.
-
Timestamp dapat ditampilkan dalam UTC, tidak
hanya dalam local time saja.
Beberapa kelemahan yang dimiliki exFAT
antara lain:
-
Perangkat yang menggunakan file sistem exFAT
tidak bisa menggunakan kemampuan ReadyBoost milik Windows Vista.
-
Status lisensi yang belum jelas.
-
Tidak bisa diakses oleh sistem-sistem operasi
Windows terdahulu, sebelum Windows Vista SP1 atau Windows CE 6.0.
-
Belum tersedia implementasi dalam proyek open
source.
NTFS (New Technology File Sistem)
NTFS merupakan File Sistem yang memiliki
sebuah desain sederhana namun memiliki kemampuan yang lebih baik dibandingkan
FAT File Sistem. NTFS pertama kali dikenalkan Microsoft pada Sistem Operasi
Windows NT dan mendukung Sistem Operasi yang terbaru yaitu Windows 7. Sejak
pertama kali dibuat hingga sekarang, NTFS telah mengalami perkembangan.
Beberapa versi NTFS antara lain:
- NTFS versi 1.0 -
NTFS ini datang bersama dengan Windows NT
3.1. Versi ini menawarkan fungsi yang sangat dasar, tetapi sudah jauh lebih
baik dibandingkan FAT File Sistem.
- NTFS
versi 1.1 -
NTFS ini datang bersama dengan Windows NT
3.50. Versi ini menambahkan dukungan terhadap pengaturan akses secara diskrit
(discretionary access control).
- NTFS versi 1.2 -
NTFS ini datang bersama dengan Windows NT
4.0. Versi ini menambahkan dukungan terhadap auditing setiap berkas dan juga
kompresi transparan.
- NTFS versi 2.0 -
NTFS ini tidak dirilis secara umum, karena
berbagai kendala yang dialaminya, yang tidak diumumkan oleh Microsoft.
Microsoft menggagalkan proyek NTFS 2.0 dan langsung menginjak NTFS 3.0
- NTFS versi 3.0 -
NTFS ini datang bersama dengan Windows
2000. Versi ini menawarkan banyak peningkatan dibandingkan dengan versi
sebelumnya. Di antaranya adalah penetapan kuota kepada setiap pengguna,
Encrypting File Sistem (EFS), sistem keamanan yang dapat diatur dari server
pusat, fitur indeksasi terhadap properti dan isi setiap berkas, dan lain-lain.
Selain itu, NTFS 3.0 juga menawarkan dukungan kepada struktur GUID Partition
Table dan Logical Disk Management.
- NTFS versi 3.1 -
NTFS ini datang bersama dengan Windows XP
SP1 dan Windows Server 2003. Versi ini menawarkan perbaikan yang minor yang
terjadi dalam versi sebelumnya (khususnya di bidang performa), dan juga
penggantian algoritma enkripsi yang digunakan oleh EFS dari DESX atau 3DES
menjadi AES-256.
Kelebihan
-
NTFS dapat mengatur kuota volume untuk setiap
pengguna
-
Mendukung sistem berkas terenkripsi secara
transparan dengan menggunakan beberapa jenis algoritma enkripsi yang umum
digunakan.
-
Mendukung kompresi data yang transparan,
meskipun tidak memiliki rasio yang besar, namun dapat digunakan untuk menghemat
penggunaan ruangan harddisk.
-
Mendukung hard link serta symbolic link seperti
halnya sistem berkas dalam sistem operasi keluarga UNIX, meskipun dalam NTFS
implementasinya lebih sederhana.
-
Mendukung penamaan berkas dengan metode
pengodean Unicode (16-bit UCS2) hingga 255 karakter.
-
Memiliki fitur untuk menampung lebih dari satu
buah ruangan data dalam sebuah berkas.
Namun, dibalik keunggulan di atas, pada
umumnya NTFS tidak kompatibel dengan Sistem Operasi lain yang terinstall di
komputer yang sama (Double OS) bahkan juga tidak terdetek apabila Anda
melakukan StartUp Boot menggunakan Floppy. Untuk itu sangat disarankan kepada
Anda untuk menyediakan partisi yang kecil saja yang menggunakan File Sistem FAT
di awal partisi. Partisi ini dapat Anda gunakan untuk menyimpan Recovery Tool
apabila mendapat masalah.
Daftar Pustaka
http://jemyshombing.blogspot.com/2012/01/file-sistem-pada-windows-dan-linux.html
http://jemyshombing.blogspot.com/2012/01/file-sistem-pada-windows-dan-linux.html
http://dhanz3rd.wordpress.com/2010/12/14/file-system-di-windows-dan-linux/
http://rud.web.id/baca/artikel/241/perbedaan-linux-file-system-dengan-windows-file-system


0 komentar:
Posting Komentar